Sunday

KUATNYA HUBUNGAN MURID TERHADAP GURU MURSYID

Mau'idhah Hasanah oleh HABIB MUHAMMAD REZA BIN MUNSYID AL HAMID

MAJLIS DZIKIR MAULIDURRASUL SAW & HAUL AKBAR BOGOR RAYA 2024

Bertempat di Masjid Az Zikra Ds. Cipambuan Babakan Madang Kab. Bogor

AHAD PAGI, 8 DESEMBER 2024 (6 JUMADIL AKHIR 1446 H)



🌪️ Dahsyatnya Fitnah Akhir Zaman

Kita hidup di zaman yang penuh dengan fitnah dan hempasan akhir zaman yang luar biasa dahsyat. Maksiat yang terjadi saat ini tidak dijumpai oleh para kakek dan pendahulu kita. Habib Muhammad Reza mengajak secara khusus dan istimewa untuk diri beliau sendiri, agar kita menyadari bahwa jika kita tidak memiliki seorang guru atau pendidik di zaman fitnah yang sedahsyat ini, maka kita akan mudah tergulung oleh hempasan fitnah tersebut.

Beliau membandingkan keadaan saat kecil dengan keadaan sekarang:

  • Dulu, mendengar perjudian tidak semasif saat ini.
  • Dulu, mendengar tentang perzinaan tidak semasif saat ini.
  • Dulu, dikenal peminum khamar, tapi tidak semasif saat ini.

Tanpa tuntunan, kita akan tergulung oleh tipu daya dahsyat setan dan nafsu yang terus mengobarkan api syahwat duniawi. Oleh karena itu, kita sangat membutuhkan guru dan pembimbing.

💡 Keberuntungan Memiliki Guru

Majelis Al Khidmah yang telah menyebar hampir merata di Indonesia dan ke mancanegara, serta dihadiri puluhan ribu umat, semuanya bersambung kepada satu titik pertemuan, yaitu K.H. Ahmad Asrori Al-Ishaqi.

  • Peningkatan Derajat: Kita berharap menjadi golongan murid-murid beliau. Meluaskan konteks dari firman Allah Yarfa'illahulladzīna āmanū minkum walladzīna ūtul-ilma darajāt (Allah mengangkat derajat orang yang beriman dan orang yang berilmu [QS. Al-Mujadilah: 11]), dapat dipahami bahwa Allah mengangkat derajat tinggi orang-orang yang menjadi murid dan yang punya guru.
  • Jalan Keselamatan: Jika kita punya guru, alangkah beruntungnya kita bisa mengikuti semua perintahnya, dari berzikir hingga bersikap tenang. Mengikuti perintah guru adalah jalan kita untuk selamat.

Kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir menjadi pelajaran. Nabi Musa meminta untuk ikut Nabi Khidir agar diajarkan ilmu (Hal attabi’uka ‘alā an tu’allimanī mimmā ‘ullimta rusydā [QS. Al-Kahfi: 66]). Umat Nabi Muhammad SAW diberikan keistimewaan; kita diajarkan ilmu terlebih dahulu, baru ada perintah untuk ikut kepada guru kita.

🤝 Barakah dan Adab Kepada Guru

Barokah dalam majelis, lantunan Lā ilāha illallāh, selawat, dan pembacaan biografi Nabi Muhammad SAW, hasilnya akan masuk kepada kita, tergantung pada seberapa baiknya kita kepada guru kita.

Para ulama mengatakan bahwa 70% Barokah sambungan murid dengan guru didapatkan bukan hanya dari ilmu yang disaring, tetapi dari kuatnya hubungan kita dengan guru kita.

Contoh Adab Para Pendahulu

Para murid pertama Nabi Muhammad SAW mengajarkan adab yang luar biasa:

  • Sayidina Abu Bakar As-Siddiq: Tidak berani mengangkat wajahnya di hadapan Nabi Muhammad SAW.
  • Sayidina Umar bin Khattab: Setelah pertemuan dengan Nabi Muhammad SAW, beliau menghabiskan waktu untuk beristighfar, khawatir tingkah lakunya mengganggu hati gurunya.
  • Al-Imam An-Nawawi: Sebelum berangkat belajar, beliau bersedekah, beristighfar, dan berdoa, "Allāhumma-stur ‘aibī ‘alā Syaikhī ‘annī" (Ya Allah, tutupi aib Guruku terhadap mataku).
  • Kisah Imam An-Nawawi makan bersama Gurunya: Ketika dipanggil makan, beliau menolak dengan alasan syariat: "Aku khawatir tanganku lebih dulu menyentuh makanan yang mata Guruku telah melirik makanan tersebut, hingga aku mengambilnya dengan melupakan kehendak dan keinginan Guruku".

Hubungan dengan adab dan akhlak semacam itulah yang membuat mereka mendapatkan maqām (kedudukan) yang besar di sisi Allah.

Kisah Wali Allah yang Bertemu Nabi Khidir

Dikisahkan dalam lembaran manaqib (biografi), seorang murid yang menjadi takmir masjid gurunya dan kemudian menjadi wali Allah. Ketika Nabi Khidir hadir di masjid, wali ini tetap fokus membersihkan masjid karena itu adalah perintah gurunya.

Ketika Nabi Khidir menawarkan: "Hal laka hājatun ilayya?" (Apakah engkau ada hajat kepadaku?), murid itu menjawab:

"Qad aghnānī Syaikhī ‘anka falā yabqa hājatun lī ilaika."

"Guruku sudah mencukupkan hajat-hajatku, maka tidak tersisa lagi hajatku kepadamu wahai Nabi Allah Khidir."

Kuatnya hubungan dengan gurunya ini membuat beliau mendapatkan barokah yang besar.

🤲 Taskūn Taslīm: Nasihat Penyelamat

Habib Reza menceritakan ketika terjadi fitnah besar di Jawa Tengah, para ulama berdialog mencari sikap terbaik. Salah satu Kiai berkata, "Lī Syaikhun" (Saya punya guru), dan menelpon gurunya. Gurunya memberi nasihat yang ringkas namun mendalam: "Taskūn Taslīm" (Diam, jangan ambil sikap. Engkau akan selamat).

Para ulama sepakat mengamalkan nasihat ini, dan Alhamdulillah, provinsi Jawa Tengah menjadi adem kembali. Ini membuktikan bahwa nasihat yang keluar dari lisan seorang guru kepada muridnya, atas izin Allah, dapat membawa keselamatan.

🗣️ Pentingnya Talaqqī

Kita harus mengakui bahwa saat ini banyak guru yang menghantarkan manusia menjauh dari Allah dan syariat Nabi Muhammad SAW, karena banyak yang belajar melalui media sosial.

Padahal, dalam ilmu Mustalah Hadis, riwayat yang sahih harus diambil dengan jalan talaqqī (at-talaqqī), yaitu adanya pertemuan. Inilah yang dianjurkan oleh Kiai Ahmad Asrori: kita duduk bersama guru, di hadapan mereka, satu demi satu menasihati kita. Ini yang disebut talaqqī.

Rasulullah SAW bersabda: "Tūbā liman ra’ānī, Tūbā liman ra’ānī Man ra’ānī, Tūbā liman ra’ā man ra’ānī" (Beruntung orang yang pernah melihat aku, beruntung mata yang memandang wajah Nabi Muhammad, beruntung juga mata yang memandang kepada mata yang pernah memandang matanya Nabi Muhammad).

Guru-guru kita di Majelis Al Khidmah, mata kita memandang mereka, mata mereka memandang guru mereka, terus bersambung kepada mata yang termulia, Nabi Muhammad SAW. Mata Nabi Muhammad SAW inilah yang pernah memandang Zātul Bahūd (Zat Allah subhanahu wa taala). Inilah Barokah sanad nazhar (sanad pandangan), sanad mushāfahah (sanad sentuhan tangan), dan sanad munākah (sanad-sanad lainnya) yang kita butuhkan.

Penutup:

Mari bersama kita gaungkan kembali untuk menjadi murid dan memiliki guru, serta pandai-pandailah beradab kepada guru agar kita selamat di dunia dan di akhirat. Āmīn Yā Rabbal ‘Ālamīn.

Sumber : Channel YT ALWAVA , 

Link Full Video Mauidhoh  



Link Full Video Majlis Dzikir



Pertanyaan, kerjasama, atau laporan konten hubungi kami:

Email : ngaji.anina99@gmail.com

Youtube : @anina99-dot-com

Tiktok : @anina99dotcom

Whatsapp : +62 895-6117-07936

Saluran WA : Ngaji Bareng Anina

@anina99dotcom KUATNYA HUBUNGAN MURID TERHADAP GURU MURSYID Mau'idhah Hasanah oleh HABIB MUHAMMAD REZA BIN MUNSYID AL HAMID MAJLIS DZIKIR MAULIDURRASUL SAW & HAUL AKBAR BOGOR RAYA 2024 Bertempat di Masjid Az Zikra Ds. Cipambuan Babakan Madang Kab. Bogor AHAD PAGI, 8 DESEMBER 2024 (6 JUMADIL AKHIR 1446 H) selengkapnya di anina99.com/s/haulbogor24 🔥 Guru: Pelita di Tengah Badai Fitnah Akhir Zaman! 🕌 Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh! Di Haul Akbar Bogor 2024, Habib Muhammad Reza bin Munsyid Al Hamid menyampaikan pesan krusial: Kita hidup di zaman yang fitnah dan maksiatnya luar biasa dahsyat, jauh melampaui zaman para pendahulu kita. Tanpa seorang Guru, Mursyid, atau Pendidik, kita akan mudah tergulung oleh hempasan fitnah setan dan kobaran api syahwat duniawi. KENAPA KITA BUTUH GURU? 1. Penyelamat dari Fitnah: Guru adalah pembimbing yang menuntun kita di tengah dahsyatnya tipu daya nafsu. 2. Pengangkat Derajat: Allah mengangkat derajat tinggi bagi orang yang punya guru/murid. Mengikuti perintah guru adalah jalan keselamatan kita. 3. Pusat Barakah: Majelis Al Khidmah yang dihadiri ribuan umat bersambung pada K.H. Ahmad Asrori Al-Ishaqi. Barokah yang kita dapatkan, termasuk zikir dan selawat, tergantung pada kuatnya hubungan dan adab kita kepada guru. o Para ulama mengatakan, 70% Barokah didapat dari hubungan, bukan hanya dari ilmu. CONTOH ADAB LUAR BIASA: • Imam An-Nawawi: Khawatir tangannya lebih dulu menyentuh makanan yang telah dilirik oleh mata Gurunya. Beliau mendoakan agar aibnya ditutup dari mata gurunya. • Kisah Murid Wali Allah: Ketika ditawari hajat oleh Nabi Khidir, ia menjawab: "Guruku sudah mencukupkan hajatku, maka tidak tersisa lagi hajatku kepadamu!". Ini menunjukkan kuatnya ikatan batin murid dengan gurunya. PESAN PENTING: TASKŪN TASLĪM Di Jawa Tengah, ketika terjadi gejolak fitnah, nasihat singkat seorang guru kepada muridnya, "Taskūn Taslīm" (Diam, jangan ambil sikap), berhasil menyelamatkan dan menenangkan keadaan. JANGAN HANYA DARI MEDSOS! Ilmu yang sahih diambil melalui Talaqqī (pertemuan tatap muka). Pertemuan kita dengan guru menyambungkan sanad kita hingga ke Nabi Muhammad SAW, yang merupakan mata yang pernah memandang Zat Allah. Mari kita gaungkan kembali untuk menjadi murid yang beradab dan memiliki guru terbaik agar selamat dunia dan akhirat! Taskūn Taslīm! #HaulAkbarBogor2024 #HabibRezaBinMunsyidAlHamid #GuruMursyid #alkhidmah #ukhsaficoplercommunity sumber: YT @alwavamedia ♬ suara asli - anina

No comments:

Post a Comment

PENGUMUMAN : Pertanggal 30 Desember 2025 blog ini dipindah ke  https://anina99.com/ngaji/